Panduan dasar belajar Bahasa Korea untuk pemula dari nol lengkap dengan hangul, kosakata, dan tata bahasa.
Belajar Bahasa Korea kini semakin diminati masyarakat Indonesia, terutama karena pengaruh budaya populer seperti drama, musik, dan media sosial. Namun, banyak pemula merasa bingung harus mulai dari mana. Padahal, memahami langkah awal secara sistematis akan membantu proses belajar menjadi lebih mudah dan terarah.
Bahasa Korea memiliki sistem tulisan yang unik bernama Hangul, tata bahasa yang berbeda dari Bahasa Indonesia, serta tingkatan kesopanan yang perlu dipahami sejak awal. Artikel ini akan membahas langkah awal belajar Bahasa Korea secara edukatif agar pembaca dapat memahami dasar-dasarnya dengan baik dan semakin percaya diri untuk melanjutkan ke tingkat berikutnya.
Mengenal Huruf Hangul Dasar
Langkah pertama dalam belajar Bahasa Korea adalah memahami Hangul. Sistem tulisan ini diciptakan pada abad ke-15 oleh Raja Sejong dan dikenal sebagai alfabet yang logis serta ilmiah. Hangul terdiri dari huruf konsonan dan vokal yang digabungkan menjadi satu blok suku kata.
Menurut informasi dari situs resmi Visit Korea dan berbagai sumber edukasi bahasa, Hangul dirancang agar mudah dipelajari oleh masyarakat umum. Pemula disarankan menghafal bentuk dan bunyi huruf terlebih dahulu sebelum mencoba membaca kata sederhana. Dengan latihan rutin membaca suku kata seperti 가 (ga), 나 (na), dan 다 (da), kemampuan membaca akan berkembang secara bertahap.
Memahami Kosakata Sehari-Hari
Setelah mengenal Hangul, tahap berikutnya adalah mempelajari kosakata dasar yang sering digunakan dalam percakapan. Contohnya adalah 안녕하세요 (annyeonghaseyo) yang berarti halo, 감사합니다 (gamsahamnida) yang berarti terima kasih, serta 네 (ne) dan 아니요 (aniyo) untuk menjawab ya dan tidak.
Kementerian Pendidikan Korea melalui platform pembelajaran daring seperti King Sejong Institute menyediakan materi kosakata dasar untuk pemula. Menghafal kosakata sebaiknya dilakukan secara kontekstual, misalnya dengan membuat kalimat sederhana agar lebih mudah diingat. Konsistensi belajar 10–15 kata per hari akan membantu memperkaya perbendaharaan kata secara signifikan.
Belajar Tata Bahasa Sederhana
Tata bahasa Korea memiliki pola kalimat Subjek–Objek–Predikat (SOP), berbeda dengan Bahasa Indonesia yang umumnya Subjek–Predikat–Objek. Oleh karena itu, pemula perlu memahami struktur dasar agar tidak keliru menyusun kalimat. Contoh sederhana adalah 저는 학생입니다 (jeoneun haksaengimnida) yang berarti saya adalah siswa.
Situs edukasi seperti Talk To Me In Korean menjelaskan bahwa partikel seperti 은/는 dan 이/가 berfungsi menandai subjek dalam kalimat. Memahami fungsi partikel sejak awal akan mempermudah pembentukan kalimat yang benar. Dengan latihan membuat kalimat sederhana setiap hari, pemahaman tata bahasa akan meningkat secara bertahap dan sistematis.
Kesimpulan
Langkah awal belajar Bahasa Korea sebaiknya dimulai dengan memahami Hangul, kemudian memperkaya kosakata sehari-hari, dan dilanjutkan dengan mempelajari tata bahasa dasar. Ketiga tahapan tersebut saling berkaitan dan membentuk fondasi penting bagi pemula.
Dengan metode belajar yang konsisten, penggunaan sumber terpercaya, serta latihan rutin membaca dan menulis, proses belajar akan terasa lebih mudah dan menyenangkan. Pemahaman dasar yang kuat akan membantu pembaca melangkah ke tingkat lanjutan seperti percakapan aktif maupun persiapan ujian kemampuan Bahasa Korea.
Penulis : Nabilla Putri Gambar Ilustrasi : ChatGPT, dan Canva Element Referensi :
Komentar