Bahasa Indonesia lahir dari Bahasa Melayu dan berkembang menjadi bahasa persatuan serta identitas nasional bangsa.
Bahasa Indonesia merupakan identitas nasional sekaligus alat pemersatu bangsa yang memiliki latar belakang sejarah panjang. Bahasa ini tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan berkembang dari Bahasa Melayu yang telah digunakan berabad-abad sebagai bahasa perhubungan di wilayah Nusantara. Dalam perjalanannya, Bahasa Indonesia mengalami proses perubahan, penyesuaian, dan penguatan hingga akhirnya diakui sebagai bahasa resmi negara.
Pemahaman mengenai asal-usul Bahasa Indonesia penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya bangsa. Melalui penelusuran sejarahnya, kita dapat melihat bagaimana bahasa berperan dalam membentuk identitas nasional serta menyatukan keberagaman suku dan budaya di Indonesia.
Akar Melayu di Nusantara
Bahasa Indonesia berakar dari Bahasa Melayu yang sejak abad ke-7 telah digunakan sebagai bahasa perdagangan dan diplomasi di kawasan Asia Tenggara. Bukti tertulis penggunaan Bahasa Melayu Kuno dapat ditemukan dalam Prasasti Kedukan Bukit dan Talang Tuo pada masa Kerajaan Sriwijaya. Bahasa Melayu dipilih karena sifatnya yang sederhana dan mudah dipelajari oleh berbagai suku bangsa.
Sebagai bahasa perhubungan, Melayu berkembang luas di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. Interaksi antar pedagang dari berbagai latar belakang budaya menjadikan bahasa ini semakin kaya kosakata. Faktor inilah yang kemudian memudahkan proses transformasinya menjadi Bahasa Indonesia modern.
Momentum Sumpah Pemuda
Peristiwa penting dalam perkembangan Bahasa Indonesia terjadi pada 28 Oktober 1928 melalui Kongres Pemuda II. Dalam ikrar yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda
, para pemuda menyatakan komitmen menjunjung bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia. Momen ini menandai perubahan status Bahasa Melayu menjadi simbol identitas nasional.
Pemilihan nama Bahasa Indonesia memiliki makna politis dan strategis. Istilah tersebut mencerminkan semangat persatuan serta cita-cita kemerdekaan. Sejak saat itu, bahasa ini semakin digunakan dalam pendidikan, media, dan pergerakan nasional hingga akhirnya diresmikan sebagai bahasa negara dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Perkembangan Bahasa Modern
Setelah kemerdekaan, Bahasa Indonesia mengalami pembakuan melalui berbagai penyempurnaan ejaan. Perubahan dari Ejaan Van Ophuijsen ke Ejaan Soewandi, hingga Ejaan Yang Disempurnakan pada tahun 1972 menunjukkan upaya pemerintah menjaga konsistensi bahasa nasional. Kini, pedoman resmi dikenal dengan istilah Ejaan Bahasa Indonesia
atau EBI.
Perkembangan teknologi dan globalisasi turut memengaruhi kosakata Bahasa Indonesia. Banyak kata serapan dari bahasa asing yang diadaptasi sesuai kaidah. Meski demikian, prinsip pembinaan bahasa tetap mengutamakan keteraturan dan kemudahan pemahaman agar fungsi bahasa sebagai alat komunikasi nasional tetap terjaga.
Kesimpulan
Asal-usul Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa bahasa memiliki peran strategis dalam membangun identitas dan persatuan bangsa. Berawal dari Bahasa Melayu sebagai lingua franca, bahasa ini memperoleh legitimasi nasional melalui momentum sejarah dan kebijakan negara. Proses perkembangan tersebut membuktikan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol perjuangan dan kebudayaan.
Dengan memahami sejarahnya, masyarakat diharapkan semakin menghargai penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar. Upaya pelestarian serta pengembangan bahasa nasional menjadi tanggung jawab bersama agar tetap relevan di tengah perubahan zaman dan tantangan global.
Komentar