Panduan lengkap memahami perbedaan kosakata ejaan dan aksen antara British dan American English untuk pelajar bahasa asing.
Dunia komunikasi global saat ini didominasi oleh bahasa Inggris namun tahukah Anda bahwa terdapat dua kutub besar yang sering kali memicu kebingungan bagi para pembelajar pemula. Perdebatan antara British English dan American English bukan sekadar masalah aksen yang terdengar elegan atau praktis melainkan mencakup sejarah panjang evolusi linguistik yang memisahkan daratan Britania Raya dengan Amerika Serikat.
Fenomena ini bermula sejak abad ketujuh belas ketika imigran Inggris membawa bahasa mereka ke Amerika Utara yang kemudian berkembang secara independen karena isolasi geografis dan semangat kemandirian bangsa Amerika dalam menciptakan identitas baru melalui kamus karya Noah Webster. Memahami perbedaan ini sangat krusial bagi siapa pun yang ingin berkomunikasi secara efektif di kancah internasional karena salah memilih kata dapat menyebabkan kesalahpahaman budaya yang cukup signifikan. Artikel ini akan membedah secara mendalam bagaimana satu bahasa yang sama dapat bertransformasi menjadi dua entitas yang berbeda namun tetap saling berkaitan satu sama lain dalam sistem komunikasi modern kita saat ini.
Evolusi Ejaan Yang Berbeda Signifikan
Perbedaan yang paling pertama kali tertangkap oleh mata pembaca adalah cara penulisan atau ejaan yang digunakan. Dalam standar British English mereka cenderung mempertahankan pengaruh bahasa Prancis dan Latin secara orisinal sedangkan American English melakukan penyederhanaan demi efisiensi pelafalan. Sebagai contoh utama kita bisa melihat penggunaan akhiran huruf yang sering muncul dalam korespondensi formal maupun informal setiap harinya. Kata yang melambangkan warna ditulis sebagai colour di Inggris namun disederhanakan menjadi color di Amerika demi membuang huruf yang dianggap tidak bersuara.
Begitu pula dengan kata yang merujuk pada pusat di mana versi British menggunakan centre sedangkan versi Amerika menggunakan center agar lebih selaras dengan cara kata tersebut diucapkan secara fonetik. Perubahan ini dilakukan secara sengaja oleh para ahli bahasa Amerika di masa lalu untuk menunjukkan kedaulatan budaya mereka serta mempermudah anak sekolah dalam mempelajari sistem ejaan yang lebih logis dan sistematis dibandingkan dengan pakem tradisional yang dianggap terlalu rumit untuk dipertahankan.
Keragaman Kosakata Dalam Kehidupan Sehari
Aspek kedua yang sering kali mengundang tawa sekaligus kebingungan adalah perbedaan kosakata yang digunakan untuk menyebut benda-benda yang sama persis dalam aktivitas harian. Bayangkan Anda sedang berada di London dan ingin mencari kentang goreng maka Anda harus memesan chips namun jika Anda melakukan hal yang sama di New York maka Anda akan disuguhkan keripik dalam kemasan plastik karena di Amerika kentang goreng disebut sebagai fries. Perbedaan terminologi ini mencakup berbagai sektor mulai dari otomotif hingga properti yang sangat esensial untuk diketahui.
Jika Anda ingin naik ke lantai atas di Inggris Anda akan mencari lift sementara di Amerika Anda akan bertanya di mana letak elevator berada. Bahkan untuk urusan transportasi bahan bakar kendaraan disebut petrol oleh masyarakat Inggris namun di Amerika mereka menyebutnya sebagai gasoline atau sering disingkat menjadi gas saja. Perbedaan kosakata ini lahir dari inovasi-inovasi baru yang muncul setelah kedua negara tersebut berpisah secara politik sehingga masing-masing menciptakan istilah sendiri untuk penemuan teknologi baru yang muncul pada abad industri.
Aksen Dan Karakteristik Suara Unik
Selain aspek visual berupa tulisan perbedaan yang paling mencolok tentu saja terletak pada bagaimana kata-kata tersebut disuarakan oleh penuturnya masing-masing negara tersebut. Aksen British yang sering kita dengar di film-film sejarah biasanya menggunakan sistem non-rhotic di mana huruf R di akhir kata tidak diucapkan secara jelas melainkan diganti dengan suara vokal yang panjang dan lembut.
Sebaliknya aksen American English umumnya bersifat rhotic yang berarti setiap huruf R akan diucapkan dengan sangat tegas dan jelas dengan posisi lidah yang melengkung ke belakang di dalam rongga mulut. Selain itu terdapat perbedaan pada pengucapan huruf T di mana orang Amerika cenderung mengubah suara T di tengah kata menjadi bunyi yang menyerupai huruf D cepat seperti pada kata water yang terdengar seperti wader. Sementara itu di Inggris terdapat fenomena glottal stop di mana huruf T seolah-olah ditelan atau digantikan dengan jeda singkat di tenggorokan yang memberikan karakteristik suara yang sangat khas dan unik bagi pendengar dari luar negeri.
Kesimpulan
Mengetahui perbedaan antara kedua variasi bahasa Inggris ini bukan berarti kita harus memilih salah satu sebagai yang terbaik karena keduanya memiliki nilai sejarah dan kegunaan yang sama pentingnya dalam konteks global. Kunci utama dalam belajar bahasa asing adalah konsistensi di mana jika Anda memilih untuk menggunakan ejaan British dalam sebuah tulisan maka pastikan seluruh dokumen tersebut mengikuti aturan yang sama tanpa mencampurnya dengan gaya Amerika agar terlihat profesional.
Pemahaman ini akan membantu Anda meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara dengan penutur asli maupun saat menempuh ujian sertifikasi internasional seperti IELTS yang lebih condong ke arah British atau TOEFL yang lebih condong ke arah American. Dengan memahami kedua dunia dalam satu bahasa ini Anda tidak hanya belajar kata-kata baru tetapi juga belajar menghargai kekayaan budaya dan dinamika sejarah yang membentuk cara manusia berkomunikasi melintasi samudera dan waktu hingga mencapai bentuk yang kita kenal sekarang ini.
Credit :
Penulis : Nabilla Putri
Gambar oleh : Pixabay
Referensi :



Komentar